Perubahan kelas keempat selesai. Selanjutnya adalah kelas kelima. Ini bukan hanya tahun sekolah baru bagi anak-anak, tetapi juga perubahan tektonik dalam sistem koordinat. Sayonara, seorang guru, selamat datang, sepuluh pakar mata pelajaran. Ruang kelas biasa menghilang, muncul ruang kelas penjuru. Beritahu, apa perubahan yang terjadi dengan anak-anak saat berpindah ke sekolah menengah.
Di mulai, guru bertindak sebagai penjaga: menjelaskan, mengawasi, mengumpulkan tas. Di tingkatan menengah, murid menjadi lebih mandiri. Sekarang mereka mengelola buku harian, mengorientasikan diri di ruang kelas. Ini adalah stres. Anak-anak kehilangan tanda buku, bingung di ruang kelas, lupa tugas rumah bagi salah satu dari enam mata pelajaran. Ini adalah hal normal, tetapi memerlukan adaptasi.
Dari anak-anak senior di mulai, mereka menjadi yang terkecil (di kelas kelima). Muncul murid senior yang dapat digegarkan di halaman sekolah. Istruktur hierarki hancur. Di mulai, semua sudah mengenal satu sama lain, tetapi di kelas kelima, mungkin dipindahkan "asing" dari kelas keempat yang sama. Muncul kelompok baru, konflik, krisis popularitas.
Dulu hanya ada satu "orang yang berpengaruh di kelas". Sekarang ada beberapa: matematik yang ketat, penulis yang baik hati, pendidik jasmani yang adil. Anak-anak harus belajar untuk berubah perilaku: di satu kelas, dia dapat menjadi yang tenang, di kelas lain, dia dapat menjadi pemimpin. Ada yang suka "berbicara dari hati", ada yang tak tolerir hal kasar.
Pindah ke kelas kelima (10-11 tahun) sering bersamaan dengan mulainya pengembangan seksual. Ditambahkan ketidakstabilan emosi, sensitif, dan ingin tampak dewasa. Anak-anak mulai tersenyum di "kelas tentang pembiakan", tetapi malu untuk bertanya. Ini memerlukan takat pendidik yang khusus.
New publications: |
Popular with readers: |
News from other countries: |
![]() |
Editorial Contacts |
About · News · For Advertisers |
Digital Library of Malaysia ® All rights reserved.
2025-2026, ELIB.MY is a part of Libmonster, international library network (open map) Preserving Malaysia's heritage |
US-Great Britain
Sweden
Serbia
Russia
Belarus
Ukraine
Kazakhstan
Moldova
Tajikistan
Estonia
Russia-2
Belarus-2