Anak-anak pemain sukan besar bukanlah memilih apa yang merekainginkan. Mereka tumbuh di bawah bayang-bayang keluarga legendaris dan patung. Pertemanan mereka adalah fenomena yang mengejutkan, apabila nama ayah mereka (contohnya Federer dan Nadal) menjadi alasan pertemuan pertama, kemudian anak-anak sendiri memutuskan apakah mereka mau tetap berteman atau berperang. Kami berbagi cerita tentang bagaimana hidup "penerus" raja tenis, pemain bola sepak genius dan pahlawan hoki.
TiaGO Messi dan Benjamin Aguero (anak-anak legendaris Argentina) bersama-sama bermain bola sepak di akademi "Barcelona" dan "Miami". Pertemanan mereka menjadi simbol penyerapan tradisi. Mereka bukan hanya berkomunikasi di Instagram, tetapi benar-benar bermain di tim yang sama, berlatih di bawah pengawasan ayah-ayah besar. Akun Instagram keluarga mereka menunjukkan bagaimana mereka berenang di kolam renang dan merayakan ulang tahun. Nampak seperti pertemanan orang tua diserahkan kepada anak-anak tanpa persaingan ekstra.
Dua anak perempuan Roger (Myla dan Sharlin) dan anak lelaki Rafael (Rafael yang lebih muda) sering bertemu di turnamen. Roger pernah mengatakan bagaimana anak-anaknya berkelahi untuk siapa yang mereka dukung: ayah mereka atau "uncle Rafa". Pada pesta anak-anak, mereka bersama-sama bermain bola sepak dan tak menghiraukan gelar ayah mereka. Masih belum diketahui apakah mereka akan mengikuti jejak orang tua mereka, tetapi pertemanan mereka sudah disatukan dengan liburan bersama di Switzerland.
Anak lelaki Pirlo dan anak perempuan Balотелли. Di Itali, anak-anak selebriti sering menghadiri sekolah swasta yang sama. Contohnya, Simone Pirlo (anak Andrea) berteman dengan anak-anak Del Piero dan Vieri. Instagram mereka penuh dengan selfie dari konser. Ini bukan "pertemanan berdasarkan perhitungan", tetapi acara remaja biasa di mana nama ayah mereka tak berarti apapun.
Sergei Ovechkin (anak Alexander) dan Nikita Malkin (anak Yevgeny) berteman sejak kecil. Mereka tumbuh di Amerika Serikat, bersama-sama bermain hoki di lapangan. Ayah mereka — lawan yang tak dapat diserahkan di lapangan, tetapi di luar lapangan mereka berbagi lelucon. Anak-anak mereka menyerap model ini: di lapangan mereka dapat berperang, tetapi setelah pertandingan mereka memeluk.
Demikian pula, pertemanan anak-anak pemain sukan besar adalah jembatan khusus antara generasi dan era.
New publications: |
Popular with readers: |
News from other countries: |
![]() |
Editorial Contacts |
About · News · For Advertisers |
Digital Library of Malaysia ® All rights reserved.
2025-2026, ELIB.MY is a part of Libmonster, international library network (open map) Preserving Malaysia's heritage |
US-Great Britain
Sweden
Serbia
Russia
Belarus
Ukraine
Kazakhstan
Moldova
Tajikistan
Estonia
Russia-2
Belarus-2